Minggu, 09 Agustus 2009

Cara mounting hardisk baru di linux:

Cara mounting hardisk baru di linux:

kita bisa melakukan proses mount secara manual dengan langkah berikut :
1.Buat folder/direktori baru pada /mnt, contohnya folder backup , hasilnya seperti /mnt/backup
2.Periksa partisi dengan perintah cat /proc/partitions untuk mengetahui harddisk baru yang kita pasang letaknya ada dimana
3.Lakukan mount dengan perintah : mount -t file sistem device direktori. Misal hardisk baru terdeteksi sebagai hdb1.

#mount -t vfat /dev/hdb1 /mnt/backup

Untuk FAT / FAT32, menggunakan vfat, sedangkan untuk ntfs menggunakan ntfs.
Secara default, partisi ntfs di set read only, sedangkan partisi FAT/FAT32 dengan status read-write.

Proses mounting tadi sifatnya tidak permanen, artinya, saat Linux dimatikan, informasi posisi mounting akan hilang. Untuk membuatnya permanen, kita harus merubah file /etc/fstab.
# vi /et c/fstab

lalu tambahkan perintah di bawah ini lalu restart komputernya

/dev/hdb1 /mnt/backup auto auto,uid=1000 0 0
Perhatikan uid=1000. Ini adalah tergantung dari user yang akan dipakai. uid ini harus diisi karena agar hardisk yang dimounting bisa diakses oleh user tersebut dan bukan hanya user root. Untuk mengetahuinya berapa uid dari user selain root yang boleh mengakses hardisk tersebut adalah dengan perintah:

$ cat /etc/passwd|grep (user) misal mysql
$ cat /etc/passwd|grep mysql

dan akan tampil sbb:

mysql:x:1000:1000:mysql th3sn0wbr4in,,,:/home/mysql:/bin/bash

Dan angka 1000 setelah x itu adalah uidnya.

Setelah mounting hardisk Ok, berarti kita bisa melanjutkan ke langkah selanjutnya yaitu fungsi cron.

Tidak ada komentar: