Kebutuhan perusahaan dimana saya bekerja yang menuntut komunikasi yang lebih cepat
membuat saya cukup berpikir juga untuk mengimplementasikan hal itu, termasuk
komunikasi teks, komunikasi suara, pengiriman file, dan lain sebagainya.
Sebenarnya bisa saja menggunakan messenger yang sudah ada seperti Yahoo ataupun
yang lainnya, tetapi hal itu akan lebih memakan bandwidth dan lebih bersifat global,
karena bisa dan selalu berhubungan langsung dengan “dunia luar”.
Setelah mencoba googling, akhirnya saya menemukan server chat yang menurut saya sangat bagus. Dapat berjalan di platform Windows, Mac, dan Linux. Openfire, sebuah server chat Java yang menggunakan protokol XMPP dan bersifat opensource serta banyak sekali plugin-plugin yang dapat digunakan. Apa itu XMPP? Anda bisa klik disini untuk detailnya. Openfire mendukung beberapa database, termasuk MS SQL Server, MySQL, PostgreSQL, Oracle, DB2, Sybase, dan lain sebagainya, sehingga sangat memudahkan pengguna untuk memilih sesuai dengan database yang dipakai.
Sedangkan untuk client-nya menggunakan Spark Messenger. Spark adalah cross-platform instant messenger yang bersifat opensource dan cukup lengkap, mendukung group chat, computer-to-computer call, private chat, group chat room, spell check, dan lain sebagainya.
Untuk mendownload keduanya, silakan klik disini.
Untuk instalasi openfire relatif cukup mudah, untuk Windows misalnya, Anda cukup
menjalankan file Instalasi Openfire lalu ikuti petunjuk selanjutnya. Secara default,
aplikasi akan diinstall pada C:\Program Files\Openfire.
Untuk instalasi pada linux, disini saya menggunakan Centos 5.0. Untuk lebih mudahnya,
saya memilih paket RPM, karena sudah termasuk Java Runtime (JRE) didalamnya. Sedangkan
untuk paket tar.gz, belum termasuk JRE, untuk itu harus diinstal minimal JRE 1.5.0 terlebih dahulu. Sekarang saya lanjutkan dengan paket RPM. Pertama-tama download dulu disini, lalu pilih paket RPM. Setelah download selesai, jalankan perintah:
# rpm -ivh openfire-x.x.x.i386.rpm
Sesuaikan x.x.x dengan versi dari openfire yang didownload. Setelah selesai, paket instalasi secara default berada pada /opt/openfire. Jalankan openfire dengan perintah:
# service openfire start
atau
# /etc/init.d/openfire start
Yang kedua, setup database. Disini saya menggunakan database favorit saya, yaitu MySQL. Langkah awal, membuat database:
# cd /opt/openfire/resources/database
# mysqladmin -uroot -p create openfire
# mysql -uroot -p openfire < openfire_mysql.sql
Membuat user openfire, login ke MySQL:
# mysql -uroot -p
Membuat user: openfire, password: openfire123, dengan semua privileges hanya pada database openfire:
mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON `openfire`.* TO 'openfire'@'localhost'
mysql> IDENTIFIED BY 'openfire123' WITH GRANT OPTION;
Flush privileges.
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
Keluar dari MySQL
mysql> quit;
Nah, setup database sudah selesai, sekarang saatnya untuk konfigurasi. Langkah pertama,
jalankan browser favorit Anda, kemudian buka halaman admin Openfire dengan alamat ip server
dimana Openfire terinstal:
http://192.168.0.1:9090
1. Memilih bahasa yang akan digunakan, karena bahasa Indonesia gak ada, pilih saja bahasa Inggris :p, setelah itu, Continue..
2. Konfigurasi domain. Domain akan otomatis terisi sesuai dengan hostname server dan biasanya kalo mengisi domain tidak sama dengan hostnamenya, akan terjadi error. Biarkan port tersebut standar, atau boleh saja diganti kalo emang pengen :D
3. Konfigurasi database, pilih saja Standar Database Connection untuk memilih database yang ingin digunakan.
4. Koneksi database menggunakan koneksi JDBC. Untuk database pilih MySQL, username dan
password sesuai dengan apa yang sudah dibuat sebelumnya.
JDBC Class Driver : com.mysql.jdbc.Driver
Database URL : jdbc:mysql://localhost:3306/openfire
Username : openfire
Password : openfire123
5. Konfigurasi profil, pilih saja Default
6. Konfigurasi email dan password Administrator. Anda boleh men-skip nya atau langsung mengisikan email dan password sesuai dengan keinginan. Jika Anda men-skip konfigurasi ini maka, username dan pasword login adalah sama, yaitu admin.
7. Konfigurasi sudah selesai, saatnya login sebagai Administrator
8. Halaman login Administrator.
Setelah masuk di halaman utama dapat dilakukan;
Cara membuat user baru
1. Pilih tab Users/Groups - Create new user
2. Isi username, password, dan confirm password
3. Cek list “Is Administrator?” kalo kamu pengen user ini bisa akses halaman admin.
4. Klik Create User
Membuat user interface untuk registrasi user
Maksudnya supaya admin ga kecapekan ngedaftarin user satu-satu, jadi si user bisa daftar sendiri tanpa perlu akses halaman admin. Gini lo caranya..
1. Download pluginnya dengan mengetik ini pada console
cd /var/lib/openfire/plugins/
wget http://www.igniterealtime.org/projects/openfire/plugins/registration.jar
2. Ya udah, gtu aja. sekarang buka tab Users/Groups. Ntar ada sub-tab judulnya User Registration kl ga salah di sebelah kiri.
Konfigurasi Client menggunakan Pidgin
Buka Pidgin, klik Account - Manage - Add
Isi parameter di bawah ini
tab Basic
Protocol = XMPP
Screen name = username
Domain =
/ nama Domain yang sudah terdaftar pada saat installasi
Password = password
tab Advanced
Connect port = 5222/5223
Connect server = IP_address_server
Klik Save
Konfigurasi Client menggunakan Spark
Buka Spark dan isi
username = username
password = password
server = IP_address_server
Klik login
Akhirnya selesai juga instalasi dan konfigurasi Openfire. Untuk Administration Console nya, silakan pelajari sendiri. Langkah terakhir sekarang yaitu mencobanya. Hal yang perlu dilakukan adalah menginstal instant messenger Spark atau pidgin pada komputer client.